Permasalah karakter Hulk di Avengers: Endgame



Transformasi dari Hulk adalah salah satu hal yang paling mengejutkan dalam film Avengers: Endgame, tapi bukan berarti hal itu tanpa masalah. Sejak diperkenalkannya kita pada Bruce Banner di Marvel Cinematic Universe–yang awalnya diperankan oleh aktor Edward Norton–dia telah berjibaku dengan kekuatannya yang dapat merubah wujud culunnya menjadi raksasa hijau yang kuat. Ketika Mark Ruffalo dipilih untuk menggantikan Norton di film Avengers, Bruce mulai menunjukkan kontrol atas Hulk, lalu kemudian di Thor: Ragnarok tubuh Bruce malah dikuasi sepenuhnya oleh Hulk.

Dengan banyaknya karakter yang telah begitu dicintai menyesaki Avengers: Endgame, bahkan dengan durasinya yang mencapai tiga jam lamanya beberapa bahkan ada yang sangat menyita perhatian. Namun cukup mengherankan dan mengecewakan saat Hulk, salah satu karakter paling populer Marvel, dan karakter terlama kedua MCU, hampir tidak mendapatkan sedikitpun atensi di Endgame maupun Infinity War.

Tunggu sebentar! apa kalian pikir makhluk hijau besar berkecamata yang kalian lihat di Avengers: Endgame itu adalah Hulk? Perlu diketahui itu bukan Hulk sama sekali.

Hulk yang sebenarnya terakhir kita lihat di adegan pembuka Infinity War, saat ia secara memalukan dikalahkan oleh makhluk besar lainnya yang kali ini berwarna ungu dan memiliki dagu yang menyerupai kantung buah zakar. Setalah itu ia menolak untuk muncul dan menjadi pahlawan lagi. Tapi di Avengers: Endgame Bruce menemukan formula yang membuatnya memiliki sebagian kekuatan dan agresi dari Hulk tapi juga memiliki kendali penuh atas kekuatan itu. Dengan kata lain Bruce kini bisa membajak tubuh Hulk dan meminjam sebagian kekuatannya.

Itu juga berarti selama 6 jam lebih saga Infinity sejak Infinity War, kita tidak mendapati Hulk Smash sama sekali. Seorang karakter yang dicintai siapapun yang menyukai kehancuran yang indah, spektakuler dan dahsyat–sama sekali tidak terpuaskan dalam durasi yang selama itu. What a waste! Kita malah lebih sering melihat Bruce yang pintar dan charming mendominasi panggung tubuh itu bahkan dalam wujud yang paling tidak disangka - sangka. Tapi mohon maaf bagi orang - orang  yang sangat suka pada Mark Ruffalo, para fans lebih ingin sering melihat sosok lainnya, guys. Sosok yang akan memberikan kami aksi bombastis, sosok yang terakahir kami lihat di Thor: Ragnarok.

Sebagian besar momen terakhir Endgame memfokuskan pada kerjasama tim yang keren yang telah dinantikan para fans. Semua Hero yang selamat mendapatkan sorotan ... kecuali Hulk, yang tidak melakukan usaha apapun di pertarungan terakhir. Sementara itu, Thanos sibuk berjibaku menghentikan perlawanan pantang menyerah dari Iron Man, Scarlet Witch, Thor, Captain Marvel, dan Captain America.
Sementara sebagian fans mengantisipasi semacam aksi balas dendamnya kepada Thanos, sebagai bentuk untuk mengembalikan harga dirinya. Tentu hal ini agaknya dapat sedikit dimengerti karena Profesor Hulk baru saja menggunakan Infinity Gauntlet yang menyebabkan tangannya terluka parah. Tapi kita tidak sedang membicarakan orang biasa, kita sedang membicarakan seseorang yang memiliki kekuatan hebat, selain mempu merubah wujudnya jadi makhluk besar dan super kuat dia juga memiliki kemampuan regenasi yang nyaris menyerupai Wolverine (kita mengetahuinya di film The Incredible Hulk). Dan karenanya arc Hulk – dan juga Bruce Banner – menjadi kurang lengkap.

 Kebanyakan fans agak kecewa dikarenakan mereka kehilangan karakter paling seksi di semesta MCU, Black Widow. Tapi yang lebih menyedihkan lagi dia mati begitu saja tanpa sedikit pun membahas atau setidaknya flashback pada traumanya saat ia berada di Red Room atau mengingat Bruce cinta yang baru ditemukannya supaya kematiannya lebih dramatis. Disisi lain kisah Hulk usai begitu saja, sangat longgar selonggar celana ungunya yang ikonik.

Hulk menghabiskan waktunya di Infinity War bersembunyi di dalam tubuh Bruce, menolak untuk muncul. Sementara kita berpikiran kalau dia takut pada Thanos, malu kalau - kalau dia dikalahkan lagi, atau mungkin sifat kekanak - kanakannya sedang kambuh, hal itu tetap menjadi rahasia ilahi hingga kini. Dan dikarenakan hal ini fans sudah mengantisipasi bahwa Hulk semacam sedang mengumpulkan Cakra untuk dikeluarkan sekaligus saat nanti menghadapi Thanos. Tapi sayangnya hal itu tidak pernah terjadi.

Hulk seharusnya diberi kesempatan untuk semacam melawan ketakutannya atau belajar dari kelemahannya dan tumbuh sebagai seorang seseorang yang lebih baik. Hulk seharusnya diberi kesempatan perkembangan karakter juga. Akan sangat bagus kalau orang yang menyadarkan Hulk adalah Bruce sendiri, dimana Bruce meyakinkan dia kalau mungkin sekarang dia bukanlah yang terkuat tapi ia masih bisa berjuang demi keselamatan orang banyak seperti halnya teman - teman Avengers lainnya yang terus berjuang meskipun dari segi kekuatan kalah telak. Akan lebih baik kalau Bruce mengatakan itu semua ketimbang merengek - rengek meminta Hulk muncul seperti di Infinity War. Atau jika pun si Professor Hulk ini harus banget yang tampil, bukannya akan hebat kalau dia bisa lebih unjuk gigi, seperti dia bisa menyerap semua kekuatan Gamma yang terdapat pada batu - batu Infinity sehingga menjadikannya tak kalah kuat dari Hulk original, misalnya, sehingga dia menjadi Worldbreaker Hulk? Dengan kekuatan itu mungkin dia bisa menahan kekuatan Infinity Stones dari Thanos sedikit lebih lama.

Kecocokan ending untuk Hulk juga harusnya bisa membuat dua kepribadian Banner lebih harmonis lagi. Bruce akan lebih bisa akur dengan Hulk karena kini ia bisa lebih menerima kepribadian lainnya itu (bukannya mengenyahkannya seperti di The Incredible Hulk) sedangkan Hulk akan lebih kooperatif dan lebih bisa terlihat sebagi suatu Pribadi dan bukan hanya martir belaka. Tapi ketimbang melakukan itu, Profesor Hulk di Endgame hanya menjadi mesin pembuat tawa saja.


Lalu kita pun sampai pada mengenai hubungan rumit antara Hulk & Bruce dan Black Widow. Sejak Age of Ultron, Natasha adalah orang yang paling dekat dan yang paling mengerti akan Bruce maupun Hulk. Hal ini semakin diperkuat di Ragnarok, saat video Natasha meminta Bruce/Hulk kembali, Hulk kemudian melemah dan memberikan kuasa tubuh itu pada Bruce setelah bertahun lamanya. Saat mereka kembali dipertemukan setelah bertahun - tahun di Infinity War, mereka memang tidak memiliki kesempatan untuk memadu kasih atau melepas rindu, tapi siapapun yang melihat tatapan mata antara keduanya tau kalau rasa itu pernah ada (Cieee kayak lirik lagu). Karena Hulk menolak muncul di sepanjang Infinity War, maka bisa kalian bayangkan betapa sakit hatinya Hulk saat tau bahwa pertemuan mereka di Age of Ultron merupakan kali terakhir mereka bertemu. Tapi alih - alih menonjolkan hubungan Natasha dan Bruce, Endame malah memperdalam hubungan "persahabatan" antara Natasha dan Hawkeye, yang mana itu tidak sepenuhnya salah, tapi seakan ada yang dikorbankan disini. Film seolah harus memilih apakah Natasha akan lebih condong pada Bruce atau pada Clint padahal sebenarnya tidak harus begitu.

Kita tidak hanya tidak mendapatkan lagi momen antara Bruce dan Natasha setelah Jentikan Thanos, film bahkan tidak mereferensikan sama sekali apa yang terjadi diantara mereka selama lima tahun itu. Kita hanya diberitahu kalau Bruce sedang mencari formula yang dapat membuatnya menjadi Profesor Hulk. Kalau kalian sadar Endgame telah mengabaikan hubungan mereka ... sama sekali. Di Age of Ultron kita dipaksa untuk menerima karakter wanita paling seksi di MCU telah jatuh cinta pada Dokter cupu yang bisa berubah jadi monster dan membuat si Pria melupakan kekasihnya yang sejak film Hulk versi Universal Pictures ia perjuangkan–dan sekarang kita harus kembali menerima kalau keikhlasan hati kita (khususnya para pria) adalah sia - sia.

Sekarang, apakah Mark Ruffalo sudah selesai berurusan dengan MCU? Masih belum resmi, tapi tidak ada alasan baginya untuk begitu. Mengingat versi Hulk dan evolusinya masih sangat banyak yang di eksplor oleh Marvel Studios (sejauh ini kita baru mendapatkan tiga). Belum lagi rencana Marvel untuk menghidupkan karakter She Hulk.

Mungkin MCU memperkenalkan kita pada Profesor Hulk sekarang adalah sinyal bahwa mereka akan memperluas karakter Hulk. Dalam Komik Profesor Hulk diperkenalkan sama seperti di versi filmnya yaitu saat tengah kejadian Infinity saga. Tetapi dalam versi komiknya kemudian diketahui kalau Profesor Hulk ternyata bukan Bruce Banner sama sekali. Bruce Banner yang asli berada jauh didalam sana. Dengan kata lain kini tubuh Bruce Banner menampung tiga personalitas sekaligus ... Dan masih akan bertambah seiring evolusi gamma didalam tubuhnya.
Jadi, bisakah Hulk sebersinar di Komik? Mengingat kini selain Thor dan Spider-Man, Hulk merupakan karakter Marvel kelasA yang tersisa (yang mana sebenarnya Captain America dan Iron-Man adalah karakter kelas-B).

Comments

Recent post