Posts
Review - BEAUTIFUL BOY (2018): Kuat dalam menyayat hati tapi lemah dalam pengeksekusian
- Get link
- X
- Other Apps
Berurusan dengan kecanduan dan menghadapi jalan panjang menuju pemulihan adalah proses yang sulit dibayangkan namun tidak dapat dipungkiri bahwa tema seperti ini terlalu sering muncul di layar, film-film yang menangani perjuangan subjek untuk menyampaikan hal demikian, bahwa jalan itu tampak lurus daripada panjang, memutar dan penuh dengan lubang. Dalam BEAUTIFUL BOY karakter Steve Carell diingatkan bahwa kambuh adalah bagian dari pemulihan, pengingat yang sulit bahwa ketenangan tidak mudah diperoleh, itu adalah hasil kerja keras dan penuh tekanan. David Sheff adalah seorang penulis freelance yang cukup sukses, meskipBerurusan dengan kecanduan dan menghadapi jalan panjang menuju pemulihan adalah proses yang sulit dibayangkan namun tidak dapat dipungkiri bahwa tema seperti ini terlalu sering muncul di layar, film-film yang menangani perjuangan subjek untuk menyampaikan hal demikian, bahwa jalan itu tampak lurus daripada panjang, memutar dan penuh dengan lubang. Dalam BEAUTIFUL ...
Review - GREEN BOOK (2018): Bicara rasisme dengan konsep road movie
- Get link
- X
- Other Apps
Film mengenai rasisme sepertinya memang akan selalu muncul setiap tahun dan bukan hal yang mengagetkan kalau film-film seperti itu bisa menyapu bersih awards season. Setelah BLACKKKLANSMAN menjadi hit di pertengahan 2018, Award season kali ini masih memiliki film dengan visi serupa. Dan kali ini Sutradara Peter Ferrely cukup memancing atensi dengan film Drama komedinya, GREEN BOOK. Berdasarkan kisah nyata di tahun 1962 di New York, Tony Lip membutuhkan pekerjaan setelah club tempat dia bekerja sedang direnovasi. Telpon pun berdering, seorang "dokter" bernama Donald Shirley membutuhkan seorang supir untuk mengantarnya ke beberapa kota di deep south of Amerika yang kalian tau apa yang akan terjadi pada orang kulit hitam seperti Donald disana. Ya, Donald adalah seorang kulit hitam dan ia bukanlah seorang dokter melainkan seorang pianis terhebat saat itu. Seorang kulit putih menjadi supir sekaligus asisten dari seorang "negro" di tahun 1960-an? Sounds fun. Buk...
Review - EVERYBODY KNOWS (2018): Drama thriller antar keluarga
- Get link
- X
- Other Apps
Laura pulang ke desa tempat asalnya setelah sekian lama berada di Argentina untuk menghadiri pernikahan adiknya. Sang suami tidak bisa ikut dengan alasan pekerjaan. Namun dia tidak sendirian, ia ditemani kedua anaknya termasuk anak sulungnya yang sudah beranjak remaja Irene. Disana Irene tertarik pada remaja lelaki seusianya yang memberi tau Irene sebuah rahasia. Rahasia itu adalah bahwa Ibunya pernah menjalin kasih dalam waktu lama dengan seorang pria yang sudah dianggap keluarga oleh keluarga besar Laura, Paco. Dia mengatakan itu bukan sepenuhnya rahasia. "Todos lo saben", semua orang tau itu. Dalam drama keluarga Asghar Farhadi, selalu ada informasi krusial yang sangat penting yang disimpan dari penonton dan juga dari beberapa karakter, dan yang berfungsi mengawali kisah rahasia dan 'kebohongan' dari sutradara. Kemudian, melalui naskah yang ditulis dengan sangat cermat, semua peristiwa, tindakan, dan reaksi direkayasa sedemikian rupa untuk membangun dilema m...
Review - COLD WAR (2018): Romansa cinta epik ala komunis
- Get link
- X
- Other Apps
Cinta, oh cinta sejak dulu deritanya tiada akhir. Ya, kira-kira seperti itulah kesan pertama saya setelah menonton film ini. Sutradara film pemenang Oscar untuk masterpiece 2013, IDA mencoba menggambarkan cinta yang tiada akhir itu, lewat Film terbarunya yang mengantarkan piala Cannes untuk best director ke rumahnya ini. COLD WAR, a smoky cold love story. 1949 di Polandia, Wiktor dan Irena berkeliling dari satu desa ke desa lainnya. Mereka mengaudisi anak-anak remaja berbakat untuk ambil bagian menunjukkan "suara otentik" Polandia yang mereka namai "Mazurek ensemble". Dalam audisi ini muncullah Zula, seorang gadis enigmatic yang mengaku berasal dari pegunungan tetapi alih-alih menyanyikan lagu khas desa pegunungan di Polandia dia malah menyanyikan lagu yang ia ketahui dari film-film Rusia. Irene pun mencium gelagat "wanita nakal" dalam diri Zula tetapi Wiktor tertarik karena suaranya yang otentik dan gaya Zula yang menurutnya berkarakter. Zula...
Review - ROMA (2018): Sebuah masterpiece yang indah
- Get link
- X
- Other Apps
Sesungguhnya kisah dari suatu film, novel, dan teater adalah berdasarkan realita, entah apapun genrenya. Dari yang paling masuk akal seperti drama dan komedi hingga fantasy dan fiksi ilmiah. Kehidupan nyata memiliki semua itu. Sumber mana lagi yang paling menarik untuk menjadi referensi suatu pertunjukkan atau naskah film dan buku selain realita kehidupan itu sendiri? Lalu, apakah kisah hebat harus berdasarkan pada kehidupan seseorang yang hebat pula? Apakah kehidupan kita sebagai manusia "biasa" tidak layak disebut sebagai kisah hebat? Alfonso Cuarón akan menjawabnya lewat film terbarunya setelah film terakhirnya, GRAVITY mengantarkan piala Oscar ke rumahnya. Cleo adalah seorang pembantu rumah tangga yang kesehariannya bisa dibilang sangat tidak menarik (tentu saja). Dia mencuci, membersihkan, dan merapikan ini itu. Menyiapkan anak-anak majikannya pergi ke sekolah hingga mengasuh anak yang paling kecil. Sang Nyonya rumah, Sofia bukannya tidak peduli atau tidak becu...
5 Alasan mengapa kita harus khawatir pada Star Wars Episode IX
- Get link
- X
- Other Apps
"Sesulit apa sih buat bikin film Star Wars yang keren?" adalah sesuatu yang sudah geram fans tanyakan terus menerus sejak 1999. Jawabannya sebenarnya; sangat sulit. Setelah The Force Awakens yang sepertinya telah berjalan kearah yang baik, franchise ini dengan The Last Jedi-nya tiba-tiba malah berada di sebuah posisi yang sulit. Meskipun masih dalam batasan Segmented. Bahkan film itu cukup disukai kritikus di beberapa situs film populer. Namun tetap saja ada Sebuah kombinasi dari reaksi keras para fans, kekecewaan terhadap trilogi sebelumnya yang kembali, dan sebuah proses kreatif yang sembarangan yang mana telah menempatkan Episode IX di posisi yang tidak memungkinkan. Ini beberapa alasannya: 5. Tidak ada visi atau tujuan pasti dari cerita di Trilogi ini Seberapa pun kamu suka The Last Jedi atau membencinya, keduanya mungkin karena alasan yang sama: Sang Sutradara, Rian Johnson. Ia menghabiskan 150 menit menekan dan memaksakan setiap keping plot yang ...
Alasan mengapa MCU seharusnya menjadi franchise yang gagal
- Get link
- X
- Other Apps
Sepuluh tahun lalu, Toni Stark pulang ke rumah dan menemukan Nick Furry telah menunggunya dalam ruangan yang entah kenapa dia tidak nyalakan lampunya. Nick Furry mengajak Tony Stark untuk menjadi bagian dari perkumpulan pahlawan super. Setelah kejadian itu adalah kita mendapati belasan film yang absurd, rumit, dan digilai penonton di seluruh dunia. Nyaris semua dari film-film itu tidak mendapat masalah berarti, kerugian, atau kritikan pedas yang membuatnya jadi film yang katakanlah gagal. Gagal. Kalau kita menelaah, meneliti, dan menelisik sedikit sebenarnya Marvel Cinematic Universe dulu bisa saja gagal. Inilah beberapa alasannya. 5. Marvel hampir menyerah bahkan sebelum mereka mulai Robert Downey Jr. Dilaporkan dibayar sekitar $40 juta untuk perannya di Captain America: Civil War, dan saya membayangkan dia dibayar mungkin 10 kali lipat ditambah mobil ferarri untuk membintangi Avangers 4. Sekarang mari kita ke tahun 1998, saat Marvel berkata pada Sony Pictures, "He...
Recent post
Labels
Labels
Catatan Soearadiri
Christiani Bale
Christopher Nolan
Doctors Strange
Drama
Dunkirk
Fantasi
Fantastic Four
Featured
Game of Thrones
Heath Ledger
James Cameron
Joaquin Phoenix
Joe Taslim
Joker
Jude Law
Kevin Feige
Kiki Layne
Komedi
Lirik lagu lawas
Mark Ruffalo
Martin Scorsase
MCU
Movie News
Perjalanan
Regina King
Review
Review Film
Romantis
Samuel L. Jackson
Scarlett Johansson
Stephan James
Superhero
The Lion King
The Martian
Thriller
Todd Phillips
X-Men
Show more
Show less