Posts

REVIEW Indonesia - TULLY (2018): Si pengasuh malam yang mempesona

Image
"Aku disini untuk membantumu dengan segalanya"  Punya seorang anak itu merepotkan. Sulit. Kita harus menyiapkan makanannya, mengurus pendidikannya, belum lagi kita harus bertanggung jawab terhadap perkembangan karakter dan moralnya. Bayangkan semua itu dan bayangkan bagaimana lelahnya Marlo karena punya tiga anak. Di kehamilan ketiganya yang tinggal menghitung hari Semua orang sebenarnya sudah menyarankan Marlo untuk memakai jasa Nanny atau seorang Babysitter tetapi Marlo merupakan tipe wanita mandiri, ia berpikir ia masih bisa mengurus kedua anaknya yang masih kecil ditambah dengan bayinya yang akan lahir nanti sendirian, belum lagi ia tak suka ada orang asing yang berkeliaran di rumahnya. Bahkan sang adik sudah menyewakan seorang pengasuh untuk Marlo sebagai hadiah tetapi ia tetap menolaknya. Ia beralasan sambil bercanda, ia tidak mau seperti di film Horror thriller dimana si pengasuh membunuh semua anggota keluarga dan si ibu harus tertatih-tatih berjalan dengan...

REVIEW Indonesia - WHO WE ARE NOW (2018): Mengeksplorasi arti dari pengampunan

Image
 Setiap manusia pasti memiliki kekurangan dalam hal apapun. Setiap manusia juga pasti pernah melakukan kesalahan. Setiap manusia. Hanya saja beberapa dari kita melakukan kesalahan yang besar dan fatal hingga bisa dikatakan jika hukuman dan pengampunan pun tidak akan pernah cukup untuk mereka. Tapi pernahkah kalian berfikir jika keadaanlah yang membuat mereka melakukan itu, sehingga melakukan hal yang sudah tidak dapat dikendalikan lagi? Dan pernahkah kalian berfikir jika mereka pun ingin memiliki kehidupan yang normal setelah sekian lama berada dalam kegelapan. Back to the track.  Beth adalah seorang wanita yang didakwa 15 tahun penjara atas kasus pembunuhan yang melibatkannya, tetapi ia terbebas baru-baru ini setelah menjalani hukuman 10 tahun penjara karena berkelakulan baik. Ia pun sekarang sedang berusaha mendapatkan kembali hak asuh atas anaknya dari adiknya, Gaby. Dibantu oleh para pengacara independen apakah ia bisa mendapatkan hak asuh atas anaknya kembali? ...

REVIEW Indonesia - ANT-MAN AND THE WASP (2018): Masih film Superhero yang menyenangkan

Image
 ANT-MAN AND THE WASP akhirnya tayang juga. Setelah kita dibuat terpukau dengan BLACK PANTHER nya Ryan Coogler, kemudian kita dibuat kegirangan sekaligus lumayan Depresi dengan AVENGERS: INFINITY WAR , kita akhirnya akan dibuat bernafas sejenak dan bersenang-senang kembali dengan film MCU terakhir di 2018 ini. Masih ditangani Peyton Reed, akankah film ini masih menjadi film superhero yang penuh kejutan seperti pendahulunya?   Setelah kejadian di CAPTAIN AMERICA: CIVIL WAR, kemudian Scott Lang aka Ant-man tertangkap, ia sekarang menjadi tahanan rumah, dan akan bebas dalam tiga hari lagi setelah dua tahun kejadian di film itu. Ia menghabiskan hari-hari terakhirnya sebelum bebas dengan bermain stealth mission, drum kecil, dan mempelajari sulap sederhana bersama putrinya yang lucu, Cassie. Tetapi ketenangan itu Tiba-tiba terganggu saat Scott Lang mendapat mimpi melihat seorang anak perempuan sedang bermain petak umpet bersama ibunya, ia pun melaporkan kejadian itu ke...

REVIEW Indonesia - DISOBEDIENCE (2018): Duo Rachel yang mencari kebebasan

Image
Setelah A FANTASTIC WOMAN menjadi hit di berbagai festival 2017 lalu hingga sukses memboyong penghargaan Academy Awards untuk negara asalnya Chile, Sebastián Lelio kembali mengangkat kisah wanita kontroversial (lagi) di debut film berbahasa inggrisnya ini namun dengan pendekatan lebih dalam tetapi masih tetap tajam. DISOBEDIENCE, mempertemukan dua Rachel dalam romansa. Itulah daya tarik pertama film ini.   Kebebasan mempunyai banyak sekali definisi dan arti menurut sudut pandang masing-masing individu. Kebebasan dalam arti bebas sebebas-bebasnya tentu saja berbenturan dengan norma masyarakat terlebih lagi agama. Namun jika kalian dapat menggapai kebebasan semacam itu, berapa kira-kira harga yang bisa kalian bayar?  Kisah dimulai dari Ronit, seorang photographer New York yang mendapat panggilan bahwasannya Orang tua satu-satunya yaitu Ayahnya, seorang pemuka agama yang paling disegani meninggal. Ia pun segera pulang ke London, kota tempat asalnya. Masalahny...

REVIEW Indonesia - CARGO (2018): Film zombie yang pakai hati

Image
Pertama-tama kita harus berterima kasih dahulu kepada George A. Romero dengan NIGHT OF THE LIVING DEADnya, menyajikan horror fiksi ilmiah yang membuat kita ngeri bahkan terus memenuhi pikiran kita seusai film berakhir dengan pertanyaan: bagaimana bila virus zombie benar ada, menunggu untuk menyebar? Bahkan kesuksesan film itu juga sampai menginspirasi puluhan film, video game, novel, acara tv hingga saat ini dengan tema serupa... zombie. Tapi bahkan setelah berdekade setelah film itu booming kita nyaris tidak pernah diberikan pendekatan yang berbeda: Sebuah virus yang rentan menular merubah manusia menjadi mayat berjalan yang haus darah, kemudian sang jagoan akan berusaha menyelamatkan orang-orang yang dicintainya, bahkan kebanyakan lebih buruk lagi, belum lagi nyaris setiap film bertema Zombie selalu tidak pernah memiliki ending yang pasti. Dan tentu saja film bertema Zombie juga dianggap hanya film untuk kesenangan sesaat saja yang tidak layak dikenang. Hingga muncullah TR...

Kuasa Waktu

Waktu merupakan sesuatu yang tak terbatas. Kekal. Dan begitu berkuasa. Sesuatu yang kita sebut detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, tahun, windu, dekade, abad, dan zaman bukanlah waktu, tapi pembatas. Pembatas manusia, bukan waktu. Manusia butuh pembatas untuk memanfaatkan waktu. Karena waktu terlalu dahsyat untuk digigit langsung. Dia berawal tapi tak berakhir, mempunyai permukaan tapi tak dapat diukur kedalamannya. Begitu digdaya tapi begitu ghaib. Andaikan manusia tidak mempunyai gagasan bahwa mereka harus punya Tuhan, sesuatu untuk disembah, atau sesuatu untuk dimintai pengharapan niscaya hanya waktulah yang pantas diagungkan. Tapi waktu tak pernah meminta untuk dipuja. Dia bahkan tidak ingin dianggap ada, bahkan dirasakanpun sudah bisa membuatnya merasa tersanjung. Dia hanya ingin berguna. Dan manusia, yang seharusnya yang paling dapat memanfaatkannya dengan baik malah selalu berkhianat. Begitu bodoh sehingga banyak yang berkata jika waktu adalah uang. Uang, ck...

REVIEW Indonesia - THOROUGHBREDS (2018): Drama satir remaja yang mencengkram

Image
 Apa yang kalian pikirkan jika melihat sebuah rumah mewah dengan rumput dan taman yang terawat dengan sempurna? Tentu saja sebagian besar dari kita ingin memiliki atau setidaknya mengunjungi rumah tersebut. Ide mengenai sesuatu yang seharusnya begitu indah di suatu tempat yang lembut dan mewah seperti perumahan di daerah Connecticut tetapi ternyata begitu menyeramkan dan beracun mungkin bukan hal baru. Tapi sutradara kita kali ini, Cory Finley, diluar dugaan dapat menyajikan kisah yang dari luar nampak general tetapi ternyata begitu segar dan nikmat. THOROUGHBREDS, saat kemewahan menyimpan kegilaan remaja yang hening dan mencengkram.  Lily dan Amanda merupakan dua orang anak dari keluarga kaya yang sudah berteman sejak kecil. Kedua "sahabat" itu bertemu kembali setelah sekian lama mereka tidak bertegur sapa. Amanda rencananya akan mengikuti ujian masuk susulan setelah sebelumnya tertunda karena kasusnya yang menyangkut seekor kuda keturunan asli kesayangan keluarganya. ...

REVIEW Indonesia - DEADPOOL 2 (2018): Lebih berani bukan berarti lebih baik

Image
Salah satu film paling diantisipasi tahun ini akhirnya hadir juga. 2016 lalu Ryan Reynold menghidupkan lagi salah satu karakter Marvel paling digemari setelah penampilan perdananya di X-MEN ORIGNS: WOLVERINE dihujat habis-habisan. DEADPOOL pun seolah menjadi angin segar bagi genre Superhero kebanyakan dimana film itu begitu vulgar, gore, dan sangat menyenangkan. Tentu saja semua itu telah membuat kita berekspektasi tinggi pada sequelnya ini. Apalagi setelah AVENGERS: INFINITY WAR memutuskan memajukan jadwal rilisnya karena "takut" berhadapan dengan DEADPOOL 2 ini. Namun apakah ekspektasi kita akan terpenuhi?  Ditengah kegiatannya sehari-harinya menumpas kejahatan, Wade Wilson aka Deadpool menyempatkan diri merayakan Aniversary bersama kekasihnya Vanessa. Tapi sialnya saat mereka tengah asyik mempresiapkan nama untuk calon anaknya, Segerombolan orang menerobos kediamannya dan menembak sana-sini hingga mengenai Vanessa, ia pun meninggal seketika. Deadpool stress dan ...

REVIEW Indonesia - LEAN ON PETE (2018): Lebih dari sekedar kisah seorang anak dan seeokor kuda

Image
2011 silam sutradara dan penulis Andrew Haigh membuat film tentang hubungan antara dua pria yang terlibat cinta satu malam namun perlahan hubungan mereka semakin dalam. film yang penuh dialog provokatif dan sarcasme berjudul WEEKEND. Kemudian 2015 silam ia menempatkan Charlotte Rampling dalam kegalauan di usia pernikahannya yang hampir setengah abad berjudul 45 YEARS. Meskipun memiliki tema dan cerita yang jauh berbeda, namun ada satu kesamaan diantara keduanya yang membuat ciri tersendiri di filmnya Andrew Heigh yaitu sarkastik, tingkat realitas cerita yang tinggi, dan karakter yang bisa kita temui sehari-hari yang mungkin tidak akan kita pedulikan sampai Haigh memasukannya dalam kisahnya. Di film panjang keempat dan debut film Amerikanya ini secara kasat mata ia masih melakukan metode yang sama. LEAN ON PETE, saat ketajaman masih keunggulan dari sutradara asal Inggris ini.   Di awal kita akan diperkenalkan pada sosok anak lovable bernama Charley, yang tinggal berd...

Road To Cannes: REVIEW Indonesia - THE CLASS (2008), Gambaran masyarakat dari murid berbagai ras

Image
Road to Cannes 2018! Tidak seperti Oscar yang lebih condong ke acara penghargaan sineas film Amerika, Cannes film festival ini ibarat pameran dan penghargaan bagi seluruh sineas dunia, maka tak heran pemenangnyartn bisa dari bebagai negara, tidak hanya dari perancis tempat diselenggarakannya acara ini. Berhubung saya tidak akan bisa ke Cannes untuk menonton kemudian mereview film-film yang diputar disana, maka saya sekarang akan membahas film-film yang pernah memenangkan penghargaan tertinggi atau biasa disebut Palm D'Or. Ya sekedar untuk menghibur diri hingga film-filmnya merilis bluray-nya. Road to Cannes kali ini saya akan memulainya dengan film Perancis yang disutradarai  Laurent Cantet , film dari Perancis berjudul THE CLASS aka ENTRE LES MURS. Sebenarnya film ini hanya seperti memperlihatkan kegiatan di sebuah sekolah yang murid-muridnya merupakan anak-anak imigran dan pengungsi dari berbagai negara, jadi tidak ada plot tiga babak atau alur yang biasa kita temui di...

REVIEW Indonesia - YOU WERE NEVER REALLY HERE (2018): Joaquin Phoenix is a Hitman

Image
 Tahun 2011 lalu kita dikejutkan oleh film arahannya, film thriller psychologis drama berjudul WE NEED TO TALK ABOUT KEVIN(yang merupakan salah satu film favorit saya juga). Lynne Ramsay secara halus menampilkan kengerian lewat simbol-simbol yang ditampilkannya. Ia tak perlu menujukkan darah atau adegan kekerasan untuk mengatakan kalau filmnya itu merupakan film yang keji dan mengerikan. Ia seolah membuat filmnya berada di level yang berbeda. Tidak lebih baik, tapi berbeda alias unik. Nah, untuk film kandidat Palm D'Or yang diadaptasi dari novel Jonathan Ames berjudul sama Kali ini ia menggandeng Joaquin Phoenix sebagai leading role-nya. YOU WERE NEVER REALLY HERE, sharp, unique, and also entertaining.  Joe merupakan orang suruhan yang biasa melakukan berbagai tugas yang berbahaya. Suatu waktu Joe mendapat tugas menyelamatkan seorang anak politisi yang diculik dan dijadikan PSK anak, Nina. Sampai akhirnya keadaan menjadi kacau dan berbahaya bukan hanya baginya tapi juga ...

Recent post